Surabaya
Di halaman ini
Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dan ibu kota Jawa Timur. Kota pelabuhan ini memiliki sejarah revolusi yang membanggakan, budaya kuliner yang kuat, dan karakter yang praktis dan langsung. Kebanyakan wisatawan menggunakannya sebagai gerbang ke Gunung Bromo, Malang, dan kawah Ijen, namun kota ini sendiri layak diluangkan satu atau dua hari dengan bangunan Belanda tua, masjid, pasar, dan kuliner jalanan yang sangat enak.
Wisatawan yang menganggap Surabaya murni sebagai titik transit sering melewatkan kota yang sebenarnya menarik; satu hari yang berfokus pada Kota Lama dan kawasan Ampel memberikan kesan nyata tentang tempat ini sebelum melanjutkan ke gunung berapi.
Ringkasan
- Cocok untuk: Kuliner, sejarah, dan sebagai gerbang ke gunung berapi Jawa Timur.
- Durasi yang disarankan: Satu atau dua hari di kota, lebih lama dengan Bromo dan Malang.
- Transportasi: Ride-hailing, taksi, dan bus. Kota ini tersebar luas.
- Suasana: Panas, sibuk, dan tidak berpretensi.
- Perlu diketahui: Panas siang hari sangat kuat, jadi rencanakan aktivitas luar ruangan untuk pagi dan sore.
Tata Letak Kota
Pusat kota berada di sekitar area belanja Tunjungan dan Tugu Pahlawan, Monumen Pahlawan. Kota Lama di utara memiliki bangunan dagang Belanda dan kawasan Pecinan. Ampel adalah kawasan Arab dan Muslim bersejarah dengan masjid dan pasar. Mal modern dan area permukiman tersebar ke barat dan selatan.
Tempat-tempat menarik di Surabaya tersebar di area yang sungguh luas, sehingga mengelompokkan Kota Lama dan Ampel dalam satu pagi, daripada mencoba melihatnya bersama mal-mal di selatan dalam satu perjalanan, bekerja lebih baik mengingat panas dan jarak.
Hal yang Layak Diluangkan Waktu
Tugu Pahlawan dan Museum. Menghormati Pertempuran Surabaya 1945, peristiwa penting dalam perjuangan kemerdekaan.

House of Sampoerna. Museum di pabrik rokok kretek bersejarah, dengan tur kerja menggulung tangan.

Masjid Ampel dan kawasan lama. Pasar tradisional dan kuliner jalanan.
Kota Lama. Bangunan era Belanda, beberapa telah direstorasi, di sepanjang Jembatan Merah.

Kebun Binatang dan taman Surabaya. Kebun binatang yang sudah lama ada dan ruang hijau.
Kuliner. Coba rawon (sup daging sapi hitam), rujak cingur, lontong balap, dan soto ayam.
Jembatan Suroboyo saat matahari terbenam. Landmark yang lebih baru melintasi teluk, dengan warung makanan dan pemandangan di atas air, pemberhentian sore yang mudah setelah hari berwisata yang panas.
Uang dan Konektivitas
Kartu berfungsi di mal dan restoran besar, tapi pasar dan warung jalanan umumnya mengandalkan tunai. eSIM bandara atau SIM lokal, mudah diurus saat tiba, berguna untuk mengoordinasikan perjalanan ke Bromo atau Malang, di mana sinyal ponsel bisa tidak merata setelah keluar dari jalan utama.
Gerbang ke Jawa Timur
Gunung Bromo yang terkenal berjarak beberapa jam. Banyak wisatawan berangkat malam hari untuk melihat matahari terbit dari titik pandang, jadi periksa aturan akses terbaru. Malang, kota yang lebih sejuk, terletak di antara, dengan kampung-kampung berwarna dan taman. Ijen, terkenal dengan api biru dan danau kawah berwarna toska, lebih jauh ke timur dan sering membutuhkan menginap semalam.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Musim kering (Mei hingga September) paling nyaman dan terbaik untuk perjalanan gunung berapi. Musim hujan membawa hujan lebat dan kabut.
Merencanakan Tambahan ke Bromo
Kebanyakan tur matahari terbit Bromo dimulai dari kota di tengah jalan, bukan langsung dari Surabaya, yang berarti menginap satu malam lebih dekat ke gunung berapi membuat keberangkatan sebelum subuh jauh lebih mudah dikelola dibandingkan mencobanya langsung dari hotel di Surabaya.
Membuka Klook di tab baru untuk menyelesaikan pemesanan Anda.
Apakah Surabaya layak dikunjungi?
Ya, terutama untuk kuliner dan sejarah, serta sebagai basis untuk Bromo dan Malang.
Seberapa jauh Gunung Bromo dari Surabaya?
Sekitar tiga hingga empat jam melalui jalan darat, tergantung lalu lintas dan rute.
Berapa hari yang saya butuhkan?
Satu atau dua hari untuk kota. Tambahkan dua atau tiga hari untuk Bromo dan Malang.
Apakah kuliner jalanan aman?
Pilih warung yang ramai dengan makanan segar, dan minum air kemasan.
Apakah Surabaya pemberhentian pertama yang baik di Jawa Timur?
Ya. Bandaranya adalah gerbang utama untuk wilayah ini, menjadikannya tempat yang praktis untuk memulai atau mengakhiri perjalanan yang mencakup Bromo, Malang, dan Ijen.
