Orvayi
Chiang Mai · Thailand
‹ Thailand

Chiang Mai

Di halaman ini

Chiang Mai adalah ibu kota budaya Thailand utara yang santai, dengan lebih dari seratus kuil di dalam dan sekitar kota tua berparit, pegunungan hijau sejuk di dekatnya, dan salah satu makanan terbaik di negeri ini. Lebih mudah dan lambat daripada Bangkok, dan banyak orang akhirnya tinggal lebih lama. Waktu lebih penting dari perkiraan, karena asap bisa merusak pemandangan pada musim semi.

Sekilas

Cocok untuk: kuil, kuliner, pasar, kelas memasak, pegunungan, dan kunjungan gajah yang etis.

Lama kunjungan: tiga hingga lima hari, lebih jika menambah Chiang Rai atau Pai.

Berkeliling: Kota Tua bisa dijelajahi jalan kaki. Untuk lebih jauh, pakai aplikasi atau songthaew merah bersama, dan sewa sopir ke pegunungan.

Musim: November hingga Februari sejuk dan kering, waktu terbaik. Februari hingga April bisa sangat berasap. Juni hingga Oktober hujan dan hijau.

Perlu diketahui: berpakaian sopan di kuil, tutupi bahu dan lutut.

Memahami kota

Kota Tua. Pusat persegi berparit, dengan kuil utama, wisma, dan kafe.

Nimmanhaemin. Di barat Kota Tua, dengan kafe modern, mal, dan anak muda.

Tepi sungai dan Night Bazaar. Di timur tembok, dengan restoran tepi sungai, hotel, dan pasar malam.

Doi Suthep. Gunung berhutan di tepi barat kota, dengan kuil terkenal di puncaknya.

Sorotan yang layak dikunjungi

Kuil Kota Tua. Wat Chedi Luang punya stupa bata raksasa, sedangkan Wat Phra Singh terkenal dengan bangunan gaya utara yang indah. Datanglah pagi, saat lebih sejuk dan biksu sering terlihat.

Stupa bata raksasa Wat Chedi Luang di Kota Tua Chiang Mai
Photo: Vyacheslav Argenberg, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons

Wat Phra That Doi Suthep. Kuil emas di atas kota. Naiki lebih dari 300 anak tangga atau pakai trem kecil. Pada November 2026, sumber mencantumkan tiket sekitar 30 baht untuk pengunjung asing, meski ada yang menyebut 50. Datang pagi, atau menjelang matahari terbenam untuk pemandangan.

Sunday Walking Street. Jalan Ratchadamnoen penuh kerajinan dan makanan pada Minggu sore, dan Jalan Wualai punya pasar lebih kecil pada Sabtu.

Suaka gajah. Pilih tempat tanpa menunggang, tanpa memandikan atau pertunjukan yang membuat stres, dan baca ulasan terbaru dengan teliti.

Doi Inthanon. Gunung tertinggi Thailand, dengan air terjun dan udara sejuk, cocok untuk sehari penuh.

Pegunungan Doi Pui berhutan di atas Chiang Mai, dengan pohon pisang di depan
Photo: Vyacheslav Argenberg, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons
Lihat tur dan tiket

Membuka Klook di tab baru untuk menyelesaikan pemesanan Anda.

Kuliner

Mulailah dengan khao soi, sup mi kari kelapa khas utara. Coba sosis sai ua, sambal gaya utara, dan ketan. Pasar seperti Warorot bagus untuk camilan, dan kios malam di gerbang kota mudah dinikmati.

Kapan pergi

November hingga Februari paling nyaman dan paling ramai. Yi Peng dan Loy Krathong membawa lentera ke langit dan sungai, biasanya November, dan Songkran mengubah parit menjadi perang air raksasa pada pertengahan April. Musim asap, sekitar Februari hingga April, bisa membuat udara tidak sehat, jadi periksa kualitas udara jika sensitif. Hujan membawa bukit hijau dan lebih sedikit pengunjung.

Cek tiket dan pengalaman

Membuka Klook di tab baru untuk menyelesaikan pemesanan Anda.

Berapa hari di Chiang Mai?

Tiga hari mencakup kuil, pasar, dan perjalanan gunung. Lima hari bisa menambah kelas dan jalan-jalan.

Kapan sebaiknya dihindari?

Bulan berasap sekitar Februari hingga April bisa tidak nyaman, terutama bagi yang punya masalah pernapasan. Periksa kualitas udara terkini.

Bagaimana berkeliling?

Jalan kaki di Kota Tua, dan pakai aplikasi atau songthaew merah di tempat lain. Sepakati tarif songthaew dulu.

Di mana sebaiknya menginap?

Kota Tua untuk kunjungan pertama, Nimman untuk kafe dan belanja, dan tepi sungai untuk suasana tenang dan lebih mewah.